Untuk Indonesia

Independence Day Indonesia

Hari yang tepat untuk merenungi beberapa hal mengenai kontribusi diri. Tidak hanya pada saat pergantian tahun, dan saat ulang tahun. Mungkin.

Tapi karena hari ini adalah momen spesial bagi Bangsa Indonesia.

Ya, ada baiknya, selalu ada baiknya merenungi suatu hal. Mungkin beberapa hal. Mengenai kontribusi apa yang bisa diberikan untuk negara. Paling tidak hal kecil tidak muluk suatu hal besar.

Aku mungkin tidak punya banyak waktu di dunia. Tapi aku berharap bisa melakukan sesuatu hal untuk membuktikan diriku bahwa aku bisa melakukan suatu hal yang membanggakan. Paling tidak  untuk membanggakan orangtuaku. Harapan terbesarnya membanggakan negaraku, Indonesia.

Saat ini yang bisa kulakukan masih sangat minim, tapi aku masih berjuang.

Dan hal yang paling sederhana yang bisa kulakukan adalah mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi Indonesia dan kapan lagi? Ini saatnya sebagai generasi penerus bangsa yang memperjuangkan.

Selamat Hari Kemerdekaan ke-74, Indonesiaku.


Beberapa Indikasi Kita Introvert

Introvert

Introvert.

Mungkin masih banyak yang bingung apa itu Introvert dan bagaimana tandanya kita adalah seseorang dengan kepribadian introvert.

Banyak stigma negatif yang akan melekat pada diri kita sebagai sosok yang mungkin ternyata karena kita introvert.

Inilah beberapa tanda introvert yang mungkin bisa direnungkan yang mungkin saja kita salah satunya.

- Menyendiri dengan orang lain membuat energi hidup kita semakin redup,

- Merasa mudah letih dengan kehadiran orang lain,

- Kepribadian yang ditunjukkan saat bersama orang lain berbeda ketika sendirian,

- Butuh privasi,

- Suka berpikir dulu sebelum mengatakan sesuatu,

- Tidak suka menjadi pusat perhatian,

- Belajar dari memperhatikan,

- Merasa tidak nyaman di dalam situasi-situasi baru,

- Hanya dekat dengan beberapa sahabat akrab,

- Mudah berkonsentrasi,

- Suka menilai diri sendiri,

- Takut menjadi malu; pendiam di tengah kelompok besar.

Jika kita merasa cocok dengan sebagian besar poin yang disebutkan, kemungkinan besar kita termasuk orang Introvert.

Untuk mengetahui lebih jelas apa yang terjadi di dalam tubuh seorang Introvert bisa mendapatkan penjelasannya di minibook Introvert Side



Perkataan dalam Diri


Misteri dalam diri ini rasanya banyak sekali ya yang belum aku temukan. Utamanya untuk membuat diriku menjadi lebih baik lagi.

Kali ini yang menjadi catatanku adalah tentang suara-suara / perkataan dalam diri.

Steve Jobs pernah menyampaikan :
"your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma--which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary."

Potongan quote "follow your heart..." ini mungkin mirip dengan apa yang menjadi catatanku. Tapi rasanya ini adalah keinginan dalam diri akan suatu hal untuk jangka panjang atau juga terkait prinsip hidup.

Yang satu ini bukan. Mungkin sederhananya untuk kepentingan jangka pendek. 

Karena dengan beban pikiran yang ada kadang aku suka lepas kendali. Atau karena suatu hal yang menjadi kebiasaan ku yang belum baik.

Salah satu contohnya adalah ketika menyapu kamar. Aku mungkin bisa jadi terburu-buru dan akhirnya ada beberapa spot yang aku lalai sehingga masih ada yang berdebu tidak bersih. Dari sini peran perkataan dalam diri yang membantuku.

Supaya lebih maksimal saat menyapu aku mengatakan dalam diriku "detail, detail, yang bersih, yang bersih" sepanjang menyapu. Bisa dalam hati saja atau bisa sedikit bersuara.

Untuk ku saat ini, perkataan dalam diri ini membantu ku mengawal beberapa kegiatan yang aku lakukan supaya maksimal.

Semoga.

6 Cara Menyayangi si Introvert


Diantara banyaknya orang extrovert pasti akan ada tersisip orang introvert. Diantaranya mungkin belum mengetahui mengenai kepribadian introvert atau mungkin ada juga yang belum mengetahui dirinya seorang extrovert.

Perbedaan yang paling mencolok dalam pergaulan antara extrovert dan introvert bisa dilihat dari bagaimana keduanya bersosialisasi, berkomunikasi antara individu dan dari jumlah lingkaran sosialisasinya. Extrovert jelas mereka yang paling baik dalam bersosialisasi. Untuk Introvert, pesona mereka akan tertutup oleh aura extrovert dalam hal ini.

Terkadang untuk mereka yang tidak menghargai perbedaan ini bisa akan terjadi sedikit masalah yang akan diterima oleh orang introvert (walau mungkin para introvert akan memendam ini).

See You, Newton




Newton, padahal tahun baru hanya berselang semalam.

Makanan mu juga sudah dibelikan seperti biasanya. Tapi ternyata aku melakukan kegiatan lain diluar dugaan.


















'Newt-Newt'-Newton.

20 April lalu kamu datang dengan misteri kamu kucing siapa, karena aku berkeyakinan kucing seperti kamu ada yang punya.

Tapi kamu datang seperti memilih untuk tinggal, jadi aku merawatmu.

Kamu pun pergi dengan misteri karena aku tidak mengetahui apa yang terjadi.

Semoga aku merawatmu dengan baik. Maaf jika ternyata lalai seperti ini.

20 April 2018 - 31 Desember 2018

Bisakah Aku Menanganinya?

Hidup ini pastinya tidak akan terhindarkan dari masalah, beban, tanggung jawab, risiko, dan hal lainnya yang memusingkan.

Ada satu role model di dunia teknologi yang belakangan namanya sudah tidak asing lagi karena inovasinya di bidang roket dan mobil listrik.

Yap, dia adalah Elon Musk.

Elon melalui semuanya tidak instan dan benar-benar dari awal dari belum memiliki apa-apa. Dua  kutipan dari buku biografinya yang ditulis oleh Ashlee Vance akan sedikit menggambarkan beban seperti apa yang dialami oleh Elon pada krisis yang melanda usahanya di 2008 dan bagaimana ia melaluinya.

"
Riley mulai melihat kehidupan Musk sebagai sebuah tragedi seperti yang terdapat di tulisan Shakespeare. Terkadang Musk akan terbuka kepadanya mengenai isu yang dihadapinya, dan di waktu yang lain dia akan mundur dan mengasingkan dirinya sendiri. Riley diam-diam mengamati Musk ketika dia membaca email dan melihatnya menyeringai ketika berita buruk mengalir deras. "Kau menyaksikannya memiliki percakapan ini dikepalanya," katanya. "Sangat sulit melihat seseorang yang kau cintai menderita dan bersusah payah seperti itu." Karena jam kerjanya yang begitu lama dan kebiasaan makannya yang buruk, berat badan Musk berfluktuasi dengan sangat liar. Kantong terbentuk  di bagian bawah matanya, dan roman mukanya mulai menyerupai roman muka seorang pelari yang hancur di akhir sebuah maraton yang panjang. "Dia sendiri terlihat seperti kematian," kata Riley. "Aku berpikir bahwa lelaku ini akan mengalami serangan jantung dan meninggal dunia. Dia seperti seorang pria yang berada di tepi jurang." Di tengah malam, Musk akan mengalami mimpi buruk dan berteriak. "Dia berada dalam kesakitan fisik," kata Riley. "Dia akan mendekatiku dan mulai berteriak ketika masih tertidur."*
"
"
Bagi Gracias, seorang investor Tesla dan SpaceX serta teman Musk, periode tahun 2008 memberitahukannya segala hal yang perlu dia ketahui tentang karakter Musk. Dia melihat seorang pria yang tiba di Amerika Serikat tanpa memiliki apa pun, yang kehilangan seorang anak, yang telah dipermalukan di media oleh para reporter dan mantan istrinya serta mendapatkan gangguan yang berada di ambang batas di kehidupan kerjanya. "Dia memiliki kemampuan untuk bekerja lebih keras dan menahan stres yang lebih berat dari siapa pun yang pernah kutemui, "kata Gracias. "Apa yang dia alami di tahun 2008 akan merusak dan mematahkan orang lain. Dia tidak hanya bertahan. Dia tetap bekerja dan tetap fokus." Kemampuan untuk tetap fokus di tengah sebuah krisis merupakan salah satu keunggulan Musk yang utama dibandingkan eksekutif lain dan kompetitor yang lain. "Kebanyakan orang yang berada di bawah tekanan semacam itu akan menjadi heboh," kata Gracias. "Keputusan mereka akan buruk. Elon memiliki pemikiran rasional yang sangat tinggi. Dia masih bisa membuat keputusan yang sangat jelas dan bersifat jangka panjang. Semakin sulit keputusannya, semakin bagus hasil yang dia terima. Setiap orang yang menyaksikan secara langsung apa yang dia alami akan menjadi lebih hormat kepada pria tersebut. Aku benar-benar tidak pernah melihat sesuatu seperti kemampuannya dalam menahan rasa sakit."*
"
Dari dua kutipan diatas adalah bagian yang aku sukai secara pribadi untuk diambil pelajarannya. Bagaimana tidak. Hidup ini adalah tentang perjuangan dan Elon bisa melaluinya.

Dan aku mencoba membayangkan bagaimana jika itu terjadi padaku, apakah aku bisa melaluinya. Bisakah aku menanganinya dengan baik?

Tapi memulai hal yang luar biasa itu saja belum kulakukan.

if I cant handle stress then I wont manage success

-----
* Dari buku Elon Musk -Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future - Ashlee Vance

T-Shaped Person


Ada seseorang yang tidak puas hanya dengan satu minat. Ada yang selalu mencoba banyak hal. Selama bertahun-tahun, dimulai dari berenang hingga menggambar, pemodelan 3D, panjat tebing hingga penulisan esai hingga bisnis online. Namun di sepanjang waktu, ada satu hal yang akan tetap menjadi fokus, menulis misalnya, bidang keahlian yang akan dibanggakan untuk dikatakan kepada orang lain.

Lebih lanjut, sebagai contoh, Henry David Thoreau. Orang-orang mengingatnya karena tulisan-tulisannya tentang alam dan politik, tetapi Henry juga masuk ke bidang sejarah, biologi, puisi, tumbuh-tumbuhan, travel, survei tanah, dan banyak lagi.

Ada julukan untuk fenomena seseorang dengan berbagai minat namun fokus pada satu bidang. Julukan itu bernama T-Shaped Person, dan itu adalah salah satu konsep yang paling kuat bagi siapa saja yang ingin membangun keahlian yang beragam sambil tetap memiliki spesialisasi yang berharga (fokus utama).

Apakah itu T-Shaped Person?
"A T-Shaped person has deep knowledge/skills in one area and a broad base of general supporting knowledge/skills."

Jika kedalaman dan keluasan divisualisasikan, maka akan membentuk huruf “T”.
Rincian persisnya akan berbeda dari masing-masing orang. Memang, jika baru memulai suatu hal, pengetahuan / skill -set-nya akan dimulai dengan “I” (spesialis tanpa pengetahuan umum)
Atau mungkin “dash” dengan pengetahuan umum yang beragam tapi tanpa spesialisasi.
Keuntungan menjadi T-Shaped Person
Ketika berkomitmen untuk menjadi T-Shaped Person, manfaat yang didapat dari spesialisasi dan generalisasi, sambil menghindari jebakan menjadi hanya spesialis atau generalis. Antara lain:

Baik dalam berkolaborasi dengan orang lain
Karena T-Shaped Person memiliki pengetahuan yang luas, akan cukup mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan para spesialis di berbagai bidang. Hal ini akan membuat kolaborasi semakin mudah. Contohnya, jika ada seseorang dengan jurusan sejarah (spesialis sejarah) dengan pemahaman dasar visualisasi data, maka dia dapat bekerja lebih efektif dengan siswa ilmu komputer yang membantunya membuat model tren sejarah dalam tugas akhirnya.

Tetap tertarik
Jika hanya fokus pada satu bidang, itu akan terasa monoton. Bagaimanapun menariknya topik tersebut, variasi adalah kunci untuk menjaga pikiran tetap terhubung. Sebagai T-Shaped person, selalu ada bidang lain untuk diarungi ketika sedang jenuh dari suatu spesialisasi.

Mengalami kepuasan mendalam
Bahkan saat sedang berpindah ke bidang yang berbeda untuk menghindari kebosanan, akan datang rasa kepuasan dari menyelami suatu bidang. Semakin dalam melangkah, semakin menyadari betapa luasnya bidang pengetahuan yang T-Shaped miliki dan betapa ada masa depan pembelajaran di masa depan.

Menjadi lebih kreatif
Ada gagasan klasik dalam seni (dan dalam bisnis) bahwa gagasan terbesar terjadi di persimpangan disiplin ilmu. Ketika memiliki basis pengetahuan yang luas, maka hal itu bisa dimanfaatkan untuk membangun kekebalan terhadap “paradoks keahlian” dimana pengetahuan tentang satu bidang mengaburkan suatu kemampuan untuk melihat ide-ide baru. Contohnya dalam channel Youtube Vihart menunjukkan kepada kita apa yang terjadi pada pertemuan dari matematika, musik, dan seni visual.

Lebih atraktif bagi atasan
T-Shaped person bisa memiliki resume yang menonjol dibandingkan dengan seseorang yang hanya fokus pada jurusan mereka dan tidak pernah bercabang. Terutama pada saat wawancara, manager perekrutan membayangkan T-Shaped person akan bisa membawa lebih banyak kemampuan ke pekerjaannya.

Sabar, Lebih dari Cukup


Menjelang akhir tahun 2018 ini sebenernya aku ada jadwal untuk merilis minibuku "TUTORIAL JADI KEREN". Berpacu dengan berbagai kondisi dan waktu demi sedikit operasional dari hasil menjual minibuku.

Berkutat dengan revisi-revisi yang ada setelah berganti haluan dari buku yang di drop, berjudul  "LIFE" dan minibuku ini ditargetkan untuk mulai naik cetak sebelum tanggal pengiriman di 17 Desember. Hari H untuk naik cetak hampir tiba dan masih ada beberapa revisi yang mengharuskan ku mencetak minibuku di tanggal 17 Desember, Senin.

Pagi hari, 17 Desember, aku mulai kembali melakukan aktivitas dan beberapa revisi minor sebelum  pukul 08.00 rencana bertolak ke percetakan untuk mencetak minibuku. Naas memang ternyata laptop ku tidak bisa menyala. Ada dua lampu indikator di laptop tapi memang hanya lampu indikator baterai yang hidup, satunya ya karena memang laptopnya tidak bisa hidup.

Semua data memang aku backup baik di komputer maupun di laptop tapi untuk data minibuku "TUTORIAL JADI KEREN" hanya laptop ku yang memilikinya.

Ditambah aku juga harus kembali mencetak minibuku "INTROVERT SIDE" dan ingatku aku pernah menyimpannya di kiriman email atau google drive, setelah melalui pencarian, ternyata tidak ada.

Rasanya ada benang kusut tak terlihat di atas kepalaku, bagian belakang kepalaku mulai sedikit sakit. Cobaan memang tidak ada yang tau, dan memang belum siap untuk itu kecuali menerimanya (sambil menekan tombol power laptop berulang kali berharap bisa menyala). Kepalaku menempel di keyboard laptop mencoba menikmatinya.

Pagi itu rasanya pandanganku kosong berjalan ke belakang studio dan ke kamar mandi, sambil merenung dan bertanya balik pada diriku "apa niatku salah?"

"Apa niatku salah?"

"Apa yang kulakukan ini salah?"

"Apa niatku karena uang operasional yang ingin kudapatkan dari menjual minibuku ini salah?"

Tapi pagi itu yang bisa kulakukan hanya menerima.

Menuju siang sekitar pukul 11-an aku mulai menghubungi service center merek laptopku dan mencoba menghubungi percetakan langgananku untuk menanyakan apa data minibuku yang pernah aku cetak masih ada.

Alhamdulillah data minibuku masih ada dan berkat pertolongan temanku Abyant yang meng-copy-kannya karena aku ada sampingan yang harus diselesaikan. Perbaikan laptop akhirnya tidak ke service center tapi ke rekanan teman karena jarak yang lebih dekat.

Selebihnya aku hanya bisa bersabar sambil merenung mungkin hikmahnya aku harus beristirahat sejenak dari rutinitas ini.

Beberapa waktu lalu sering ingin menyerah tapi ini tidak ke arah itu.


SABR.

"You will be tested in so many different ways, in a ways that you will never ever be able to imagine.

You will go through trials and hardships, it will be the hardest things you will ever face.

You will feel weak, you will want to give up. You will feel betrayed and hurt. You will sometimes see no way out.

Sabr is one of the most important things you will learn to have, even for those who don't have it.

It will grow within you, and you have to let it grow to its full potential, you will come to realize that sabr is something that you have to attain, without it you will fall into pieces.

Every trials you go through will sometimes get harder than the last one, but when I tell you this. Honestly, I say it with all my heart, every hardship will be worth it.

Having sabr is one of the best things you will ever learn to keep close to your heart. You will guard yourself, even on the days you will feel like you have nothing, you have everything.

Having sabr is more than enough to get through this dunya."

- unknown -


Melalui ini juga aku ingin menyampaikan duka cita untuk korban gempa selat sunda semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga korban di lapangkan kuburnya.

Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.
"Ya Allah, ampunilah dosanya, berilah RahmatMu, sejahtera dan maafkanlah"

Revisi-Revisi-Revisi-dan-Revisi



Salam, Kak..

Beberapa waktu lalu pada tanggal 29 Agustus, Sendy pernah memasang di insta-story sebuah gambar cover dari rencana buku berjudul “LIFE” dengan pesan singkat “Bulan depan, jika tidak ada halangan. Semoga…”

Buku itu memang sedang dalam proses produksi dan sudah 70% pada progresnya. Tapi ternyata ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan kembali sehingga buku yang rencananya akan dirilis pada 29 September harus di drop dulu dan utamanya karena kontennya yang harus banyak direvisi sekitar 40 halaman dan penambahan 20 halaman.



Mengingat waktu, tenaga dan biaya yang ada, akhirnya kembali memutuskan dengan beralih ke format minibuku.

Dan…

Akhirnya “TUTORIAL JADI #KEREN” yang akan dinaikkan terlebih dahulu untuk menambah sedikit-banyak amunisi operasional. Rencananya sore ini (12 Desember 2018) sudah akan dibuka untuk Pre-Ordernya dan akan mulai dikirimkan mulai 17 Desember 2018. Dipesan ya Kak. Ditunggu. :”))

Melalui ini Sendy menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan.



Terima kasih atas dukungannya.


Wasalam,
Sendyrian.

Membuka Memori Jangka Panjang



Memori manusia adalah sebuah mekanisme yang sangat kompleks dan melibatkan banyak area otak. Otak kita menyimpan memori di berbagai lokasi berbeda dan menciptakan hubungan di antara memori-memori tersebut, yang terkadang kita sebut sebagai asosiasi.

Sering kali, kaum introvert tidak dapat memikirkan satu pun hal yang relevan dalam otak kita karena belum memicu asosiasi dalam memori jangka panjangnya. Pikiran kita seperti kosong. Itulah sebabnya mengapa kita kaum introvert bahkan dapat melupakan apa yang kita nikmati dan apa yang merupakan keahlian kita. Kita perlu menemukan suatu tuas penghubung untuk menarik suatu pengalaman dari dalam memori kita. Inilah bagian yang mengasyikkan--sebagian besar informasi dalam memori jangka panjang disimpan dengan beberapa tuas atau kunci (asosiasi) berbeda untuk membukanya. Akan tetapi, jika kita dapat menemukan satu kunci saja, kita dapat memancing keseluruhan memori yang ada.

Seperti contoh, duduk relaks di sebuah taman, dan membiarkan pikiran kita menerawang dan berasosiasi dengan kunci-kunci indra, seperti wewangian, gambar, suara, rasa yang kita terima melalui tubuh kita, atau rasa dari sesuatu yang menyenangkan. Atau memikirkan suatu kunci emosional, seperti apa yang kita rasakan terakhir kali kita melakukan hal yang menyenangkan. Biarkan pikiran kita menerawang; berpindah dari satu asosiasi ke asosiasi lainnya.

Mungkin perasaan damai dari duduk di taman di hari yang cerah akan kembali kepada kita, dan dengan perasaan itu akan muncul sebuah pemikiran "aku menyukai taman ini", "aku menikmati berada di sini. Kita dapat pergi ke taman itu atau terus bersantai dan mencari memori lainnya. Tuliskan memori yang sudah ditemukan agar kita dapat menggunakannya di lain waktu ketika kita tidak dapat mengingat apa yang kita sukai. Gunakan juga kunci-kunci tersebut untuk membuka memori kita dan mencari tahu apa yang menjadi kelebihan kita.

----
Dari buku "The Introvert Advantage - Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrovert", Marti Olsen Laney, Psy.D.

Aksi Damai 212


Semoga aksi damai, aksi persatuan hari ini (reuni akbar 212) dilancarkan dan Engkau berkahi Ya Allah.

karena-Mu dan untuk-Mu, Ya Allah.


Waktu yang Kita Miliki

Manusia sesungguhnya dilengkapi dengan salah satu resource yang sangat luar biasa yang kalau saja bisa memanfaatkannya dengan baik akan membuat kita menjadi luar biasa. Ya. Waktu.

Kita semua mempunyai waktu yang sama di bumi ini, 24 jam sehari. Tapi mengapa ada yang bisa membuat perubahan besar dalam hidupnya dengan mampu membangun “kerajaan”nya, di lain sisi hanya ada yang selalu berkutat dengan distraksi minor tanpa membuat perubahan yang berarti.

Waktu tidak akan pernah kembali.
Kita pasti pernah menyesali beberapa hal atau bahkan banyak, tentang, “seandainya saya berangkat ke stasiun 10 menit lebih awal pasti saya tidak akan tertinggal kereta menuju tempat tes”, “Seandainya saya bisa membawa ayah beberapa jam lebih awal ke rumah sakit, mungkin ayah masih bersama kita sekarang”, dan banyak penyesalan lainnya mengenai waktu. Mungkin akan lebih menyakitkan jika di masa senja kita menyesalkan masa muda kita misalnya dengan berucap “seandainya saya memanfaatkan masa muda dengan belajar dengan baik” dan lainnya. Waktu tidak akan pernah kembali.

Waktu kita terbatas di dunia ini.
Steve Jobs pendiri Apple Inc, pernah menyampaikan penemuan terbesarnya saat pidato di hadapan para mahasiswa Universitas Stanford di 2005, ia mengungkapkan hal itu adalah kematian. Kesadaran bahwa pada akhirnya ia akan meninggalkan kehidupan untuk selamanya, mendorong dirinya memaknai setiap waktu yang tersisa dan mempersiapkan diri kapan saja waktunya sang maut menjemput.

Seperti yang kita ketahui Jobs melakukan hal yang luar biasa dalam waktu hidupnya yang terbatas untuk dunia teknologi dengan produk-produk luar inovatifnya di bawah "kerajaannya" yang ia bangun, Apple, Inc.

Waktu kita terbatas di dunia ini dan merupakan pilihan juga untuk kita apakah ingin memanfaatkan waktu yang kita miliki untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain atau kita hanya ingin mati begitu saja tanpa meninggalkan apa pun.

Dengan lebih menghargai waktu, kita menjadi lebih menghargai hal-hal lainnya.
Waktu merupakan resources yang tidak dapat kita sentuh atau genggam. Bagaimanapun kita sangat terikat dengan waktu karenanya kita masih berada di dunia ini, masih dapat merasakan betapa pentingnya berbagi kepada mereka yang mengalami kekurangan, masih dapat mempelajari banyak hal yang kita sukai, masih dapat melihat senyuman mereka orang yang kita sayangi. Masih banyak lagi.

Lebih dari itu kita akan menghargai hal-hal kecil lainnya di masa lalu yang kita lakukan dengan konsisten untuk mendapatkan hal besar di masa depan.

Terkait hal buruk yang kita alami di masa lalu, tidaklah perlu kita terlalu menyesalinya karena masa lalu tidak akan berubah dan masa depan masih dapat kita raih, sesungguhnya tidak ada yang terlambat jika kita ingin merubah suatu hal, tapi yang perlu diingat apa kita masih punya (banyak) waktu?