Kamis, 19 Juli 2018

MANTAN PEGAWAI UNGKAP KERJA RODI ELON MUSK

Elon Musk memang dikenal gila kerja. Dia sering kedapatan tidur di lantai pabrik miliknya agar bisa bekerja kapanpun dia mau. Jadi tidak heran kalau para pegawainya ikutan bekerja rodi.

Hal ini terungkap dari postingan salah satu mantan pegawai Musk di situs tanya jawab Quora, bernama Josh Boehm. Di situs tersebut, dia menjawab pertanyaan 'Seperti apa rasanya bekerja di perusahaan Elon Musk?'.

"Saya biasa bekerja 12 jam lebih per hari dan banyak karyawan lain melakukan hal sama sehingga banyak yang menginap di kantor," tulis Boehm yang dulu bekerja di SpaceX.

Para karyawan Musk bahkan punya ungkapan, 'kalian adalah sopir budak kalian sendiri', untuk menggambarkan betapa mereka harus bekerja dalam waktu panjang di luar jam bekerja orang normal. 

"Kami kerap melontarkan candaan menyindir seperti, 'Oh Anda pekerja paruh waktu ya?,' kepada orang-orang yang pulang 'cepat' sekitar jam 7 malam," ungkapnya.

Sebutan pekerja paruh waktu mereka tujukan bagi mereka yang 'hanya' bekerja 50-60 jam per minggu. Ya, para pegawai Musk bekerja lebih dari 60 jam selama sepekan.

Meski bebannya berat seperti bekerja rodi, Boehm mengatakan kultur bekerja semacam ini justru datang sendiri dari para pekerjanya, bukan karena keharusan dan tekanan dari Musk.

Kemungkinan karena anak buahnya melihat sendiri bagaimana gila kerjanya seorang Musk. Dan pria yang kerap dijuluki Iron Man di dunia nyata ini menghargai kultur tersebut dalam kesuksesannya saat ini.

Boehm sendiri mengaku pengalaman bekerjanya selama di SpaceX telah banyak menggemblengnya menjadi pekerja yang tahan banting.

"Saya diberi tanggung jawab dan kebebasan lebih di SpaceX, dibandingkan perusahaan lain yang pernah saya singgahi. Ini menjadi pengalaman tak ternilai yang berguna ketika saya mendirikan startup sendiri setelah keluar dari SpaceX," tutupnya.
(rns/afr)

-----
dari artikel detikinet

Minggu, 15 Juli 2018

ELON MUSK, KAYA DARI MEMBACA BUKU

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, disebut-sebut sebagai sosok Tony Stark (Iron Man) di dunia nyata. Dia telah sukses meluncurkan roket yang dapat mengirim astronot ke bulan, berupaya mendisrupsi industri automotif lewat mobil listrik Tesla, serta sedang menciptakan platform transportasi cepat Hyperloop.

"Persistensi sangatlah penting.
Anda jangan pernah menyerah,
kecuali memang dipaksa menyerah."
- ELON MUSK -

--
Ketika ditanya bagaimana dia bisa mengetahui semua ilmu tanpa benar-benar menjadi ilmuwan, Musk menjawab dengan sederhana: "Saya membaca buku!". Sedari kecil Musk adalah kutu buku sejati. Dia membaca banyak sekali buku.

Pada usia 9 tahun, Musk bahkan telah membaca seluruh Encyclopedia Britannica. Juga, melahap novel sains fiksi hingga 10 jam perhari. Tampak Elon Musk tengah berpose di depan roket SpaceX yang mengantar manusia ke bulan.

Berkoar Bisa Kalahkan Apple
Elon Musk adalah seoorang jenius. Dia menciptakan mobil listrik sekencang mobil balap, berharap bepergian ke luar angkasa lebih terjangkau, dan bahkan membantu Robert Downey Jr., berperan sebagai Iron Man.

Media memang tidak pernah bisa mengalihkan pandangan dari Elon Musk. Belum lama ini dia mengeluarkan pernyataan yang membuat orang geleng-geleng kepala. Menurutnya, dalam 10 tahun ke depan Tesla, perusahaan mobil listrik yang ia bidani, bisa lebih besar daripada Apple.

Menurut Musk, selama 10 dekade itu, Tesla akan mencapai valuasi hingga USD700 miliar lewat pengembangan teknologi peranti lunak robotik. Sukses Tesla nantinya akan didapat dari "mesin yang membangun mesin".

"Robot yang kami kembangkan bukanlah robot biasa. Namun, sudah diprogram untuk berinteraksi. Jauh lebih kompleks dari software yang ada di mobil Tesla," ungkapnya.

Saat ini Tesla mendapatkan valuasi senilai USD51 miliar. Sementara Apple, yang disebut sebagai perusahaan terbesar di dunia, memiliki valuasi USD776 miliar.

Perangkat lunak robotik yang sedang dikembangkan Musk itu tidak lepas dari teknologi manufaktur yang ada di pabrik Tesla yang bernama Gigafactory. Pabrik tersebut saat ini sedang memproduksi model terbaru Tesla Model 3.

Model 3 akan menjadi varian Tesla yang memiliki harga terjangkau untuk kaum menengah. Inilah visi Musk untuk membawa mobil listrik ke pasar yang jauh lebih luas. Pabrik tersebut diperkirakan bakal memproduksi 500.000 mobil per tahun pada 2018.

Musk berpendapat, sistem produksi menggunakan robot akan lebih menguntungkan dibandingkan memproduksi produk di China seperti yang sedang dilakukan Apple saat ini. "Karena akan sangat sulit ditiru oleh perusahaan lain," ungkap Musk.

Dirikan Tiga Perusahaan Sekaligus
Elon Musk memang sosok yang sangat unik. Setelah jadi miliuner muda karena perusahaan PayPal yang didirikannya dibeli oleh eBay, Elon Musk tidak menginvestasikan jutaan dolar uangnya untuk membuat jejaring sosial. Namun, pria yang kini memiliki kekayaan USD12,7 miliar itu justru membuat tiga perusahaan sekaligus.

Perusahaan pertama, yaitu Tesla Motors yang membuat supercar bertenaga listrik. Tesla kini telah menjual mobil listrik mereka ke seluruh dunia. Model S misalnya, tahun lalu diimpor ke Indonesia dengan banderol Rp1,8 miliar - 2miliar.

Perusahaan kedua adalah Space Exploration Technologies (SpaceX) yang mengembangkan sekaligus menerbangkan wahana luncur antariksa (roket). Roket milik SpaceX telah dikontrak NASA untuk membawa kargo ke Stasiun Luar Angkasa. Ketiga, Elon Musk mendirikan SolarCity, perusahaan yang menyalurkan sistem tenaga surya terbesar di Amerika Serikat.
-danang arradian

-----
Dari tulisan di rubrik LIFESTYLE, KORANSINDO, Selasa, 25 Juli 2017

Selasa, 22 Mei 2018

SUKSES MENJUAL: EFISIENSI LAWAN EFEKTIVITAS

Anda sudah mendengar bahwa "efisiensi" artinya melakukan segala hal dengan benar; "efektivitas" adalah melakukan segala hal yang benar.

Salah seorang yang paling efektif dan efisien yang saya kenal adalah Dave Liniger, pendiri Re/Max Realtors. Dia menciptakan suasana yang mendorong orang-orang di sekelilingnya memanfaatkan sebanyak-banyaknya waktu dan diri mereka.

Dave mendapatkan bahwa 47 persen dari seratus puncak produser Re/Max punya asisten pribadi yang menangani beberapa tanggung jawab "bukan menjual." "Pembantu" ini terlibat dalam kegiatan seperti memasang dan menurunkan tanda "Dijual" dan "Laku" di halaman, menservis mobil, membuat hubungan telepon rutin, mengambil pakaian dari binatu, memasukkan surat ke kantor pos, dan menangani 1001 perincian yang makan waktu.

Mendelegasikan tugas bukan menjual membebaskan salesman profesional supaya bisa melewatkan waktu lebih banyak untuk mencari prospek dan bicara kepada klien, yang jauh lebih mungkin menuju ke penjualan lebih banyak lebih sering. Meningkatkan penjualan berarti menunjang ekonomi dan pendapatan karyawan Re/Max. Yang cukup menarik, sementara para produser puncak ini bekerja lebih lama setiap minggu dibandingkan dengan karyawan penjualan lainnya, mereka jauh lebih mungkin bisa mengambil liburan--sesering sampai enam minggu per tahun.

Kesimpulannya jelas: Semakin baik Anda menggunakan waktu Anda, semakin besar pendapatan yang akan Anda hasilkan; dan semakin besar pendapatan yang Anda hasilkan, semakin banyak waktu luang yang akan Anda miliki untuk keluarga Anda dan untuk melakukan perjalanan yang benar-benar menyenangkan. Singkatnya, orang penjualan dengan penghasilan tinggi bekerja lebih cerdik, tidak harus lebih keras, dan mereka menggunakan orang lain secara lebih efisien dan lebih efektif sehingga setiap orang menang!

-----
dari Buku Pegangan Lengkap Bagi Profesional Penjualan SUKSES MENJUAL - Zig Ziglar

Senin, 21 Mei 2018

CONTROL YOUR MIND CONTROL YOUR HEALTH: PERASAAN-PERASAAN YANG MEMENGARUHI KESEHATAN

Saat ini sudah banyak buku yang memuat bukti bahwa pikiran dan hati yang sehat akan membantu penyembuhan penyakit yang kita derita. Di Amerika, rumah sakit yang terkenal sudah menyediakan ruang meditasi untuk membantu proses penyembuhan. Penulis buku "Emotional Intelligence", Daniel Goeman, mengumpulkan bukti-bukti penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa perasaan kita sangat memengaruhi kesehatan kita. Temuan baru dalam lima sampai sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa kondisi pikiran dapat memengaruhi kekuatan sistem kekebalan tubuh dan ketangguhan sistem kardiovaskular.

Kondisi perasaan yang menekan adalah amarah, permusuhan, depresi, kesedihan, mengasihi diri sendiri, rasa bersalah, putus asa, gugup, cemas, penyangkalan terhadap kecemasan,dan lain-lain. Sebaliknya, kondisi bermanfaat yang banyak diulas adalah ketenangan, optimisme, keyakinan, sukacita, kemurahan hati, dan kasih sayang.

Kekebalan tubuh tikus putih yang diberi perlakuan kejutan elektris (stressor) berulang kali semakin lama akan semakin berkurang. Ketika kekebalan tubuh mereka sudah berkurang sebesar 80 persen, tikus-tikus itu mulai mati akibat berbagai penyakit.

Riset tentang kondisi pikiran ini bukan hanya terhadap kekebalan tubuh, tetapi juga mencakup penyakit jantung dan penyakit lain yang tidak berhubungan dengan kekebalan tubuh, dan tampaknya, perasaan yang menekan juga dapat memengaruhi kesehatan secara umum.

Dr. John Barefoot dari University of North Carlolina menguji orang yang memperlihatkan gejala kemungkinan sakit jantung yang parah. Mereka menjalani prosedur untuk mengukur penyumbatan pembuluh darah utama, tingkat marah mereka diukur dengan ujian psikologi. Mereka ditanya beberapa hal psikologis, seperti seberapa sering membentak anak-anak. Hasilnya, kelompok orang yang tingkat amarahnya paling kecil mempunyai tingkat penyumbatan yang kecil pula.

Percobaan tentang dampak perasaan terhadap tingkat kematian juga dilakukan oleh Dr. Redford Williams dari Duke University. Percobaan ini mempelajari 2.000 pekerja pabrik yang kebetulan telah menjalani tes kira-kira 25 tahun sebelumnya. Tes yang dulu dilakukan adalah mencakup tingkat permusuhan mereka. Ada sekitar sepuluh persen perbedaan tingkat kematian di antara orang-orang dengan rasa permusuhan yang rendah dibandingkan dengan orang-orang dengan rasa permusuhan yang tinggi. Adapun mereka yang skornya tinggi dalam hal amarah banyak meninggal karena berbagai penyakit, seperti jantung, kanker, darah tinggi, dan penyakit lainnya, bahkan karena hal yang di luar kesehatan, seperti kecelakaan.

Dalam suatu studi yang dimulai pertengahan tahun 1950-an, sekelompok siswa kedokteran diuji dan dikelompokkan menjadi dua jenis sikap, yaitu yang bersikap bermusuhan dan yang tidak. Dua puluh lima tahun kemudian, Williams kembali melacak mereka; dari 136 orang yang bersikap tidak bermusuhan, hanya 3 orang yang telah meninggal. Sementara itu, dari kelompok yang bermusuhan, 16 orang telah meninggal. Menariknya, kebanyakan dari kematian mereka yang marah atau bermusuhan ini terjadi sebelum usia lima puluh tahun.

Hasil penelitian pada riset di Harvard Medical School juga membuktikan bahwa sifat amarah itu menyebabkan penderita mengalami sakit jantung dan kematian. Perasaan tunggal yang paling umum dalam dua jam sebelum serangan jantung yang berat adalah amarah. Ledakan amarah pada penderita jantung dapat menurunkan efisiensi pemompaan jantung sebesar 7%, bahkan lebih.

Dalam banyak studi dan riset mengenai para penderita jantung di Fakultas Kedokteran, Universitas Stanford dan Yale menunjukkan bahwa orang yang mudah marah tiga kali lipat lebih mungkin meninggal daripada pasien-pasien lain karena serangan jantung susulan dalam sepuluh tahun berikutnya.

Kondisi pikiran lain yang berdampak negatif terhadap kesehatan adalah depresi; termasuk perasaan sedih, mengasihani diri, dan berputus asa. Dalam studi terhadap wanita yang menderita kanker payudara, wanita-wanita yang paling depresi mempunyai natural killer cells--salah satu sistem pertahanan tubuh--paling sedikit. Selain itu, tumornya juga paling cepat menjalar (bermetastasis) ke seluruh tubuh.

Para psikiater di Mount Sinai Medical School di New York mengevaluasi tingkat depresi pada orang lanjut usia yang datang ke rumah sakit gangguan tulang pinggul yang retak dan tidak bisa berjalan. Mereka yang tidak depresi tiga kali lipat lebih mungkin berjalan lagi dibandingkan dengan mereka yang depresi dan memiliki kemungkinan untuk pulih ke tingkat kesehatan semula sampai sembilan kali lipat dibandingkan dengan yang depresi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa depresi tampaknya juga menghambat pemulihan tulang.

Dalam bukunya Daniel Goleman juga menuliskan bukti-bukti hasil penelitian bahwa kecemasan atau stres juga memperburuk kondisi kesehatan. Dalam suatu eksperimen, mereka mengurung lima ekor monyet jantan yang belum pernah bertemu satu sama lain. Kelompok monyet itu selalu memilih pemimpinnya dengan cara berkelahi. Jika sudah ada pemenangnya, semua monyet lain akan mengikuti perintah dan segalanya pun berjalan damai.

Setiap bulan para periset mengambil dua ekor monyet dan menggantinya dengan monyet yang baru. Ini berarti mereka harus berkelahi lagi untuk menentukan pemimpin baru. Periset melakukan hal tersebut secara terus-menerus selama satu tahun dan, sebagai pembanding, juga mengurung kelompok lima ekor monyet lain tanpa diganti-ganti. Setelah satu tahun, mereka menemukan bahwa monyet yang diganti-ganti tersumbat semua pembuluh arterinya. Bos monyet yang diganti-ganti mempunyai penyumbatan yang paling parah. Sementara bos monyet dari kelompok yang tidak diganti-ganti dan tidak perlu berkelahi paling baik keadaannya dan paling tidak tersumbat pembuluh arterinya.

Dampak kecemasan lain adalah studi terhadap orang-orang yang tinggal dekat reaktor nuklir di Three Mile Island. Walaupun aman dan tidak pernah terjadi kebocoran, orang-orang yang tinggal dekat reaktor cenderung cemas, khawatir, dan prihatin. Ketika sampel darah mereka diambil, ternyata darat  tersebut mengandung lebih sedikit sel T dan sel B daripada sampel darah orang-orang yang tinggal jauh dari reaktor tersebut. Jadi, ketakutan dan kekhawatiran tampaknya juga berdampak terhadap sisitem kekebalan tubuh.

Jika pikiran negatif cenderung menurunkan kualitas kesehatan, sebaliknya perasaan tenang dan pikiran yang baik cenderung meningkatkan kualitas kesehatan. Kebanyakan studi dilakukan terhadap orang-orang yang belajar rileks melalui meditasi.

Dr. Herbert Benson dari Universitas Harvard lagi-lagi menemukan bahwa respons relaksasi sangat baik bagi kesehatan. Studi terhadap mahasiswanya yang menghadapi ujian, tetapi sambil tetap menjalani meditasi setiap harinya, menunjukkan bahwa sel T dalam darahnya meningkat. Semakin sering dan konsisten mereka bermeditasi semakin kuat dampaknya.

Pikiran yang baik seperti kemurahan hati juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dr. David McClelland di Harvard menyuruh beberapa orang untuk menonton film tentang ibu Teresa yang sedang merawat orang. Beberapa yang lain menonton tentang pembantaian Nazi di Jerman, yang membuat mereka marah. Saat diukur, ternyata kelompok yang menonton film ibu Teresa mengalami kenaikan sel T, dan kelompok satu lagi mengalami hal yang sebaliknya.

Masih banyak penelitian dan bukti bahwa apa yang kita pikirkan dan rasakan dapat memengaruhi  kualitas kesehatan kita. Jika kita terus mencari, akan kita dapatkan bukti-bukti ilmiah seperti yang kita inginkan. Oleh karena itu, janganlah cepat menilai bila ada hal-hal baru yang masih belum lazim. Jika kita bisa memilih di antara dua kemungkinan, mengapa kita tidak memilih apa yang membawa manfaat bagi kita? Mulai sekarang, marilah bersama-sama berpikir baik dan bertindak baik; semua untuk kepentingan kita sendiri.

-----
dari buku Control Your Mind, Control Your Health - Peter C. Kurniali dan Irianti Erningpraja

Minggu, 20 Mei 2018

ZERO TO ONE: MANUSIA DAN MESIN

Sementara industri-industri yang sudah matang mengalami stagnasi, teknologi informasi telah maju begitu pesat sehingga sekarang menjadi sinonim dengan "teknologi" itu sendiri. Sekarang, lebih dari 1,5 juta miliar orang menikmati akses instan ke pengetahuan dari seluruh dunia menggunakan peranti-peranti seukuran genggaman tangan. Semua smartphone zaman sekarang memiliki kemampuan pengolahan data ribuan kali lebih kuat daripada komputer yang dahulu memandu astronaut-astronaut ke bulan. Dan, jika hukum Moore terus bekerja dengan cepat, komputer-komputer masa mendatang akan memiliki kemampuan yang bahkan lebih dahsyat lagi.

Komputer sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk mengalahkan manusia dalam kegiatan-kegiatan yang kita anggap sebagai kegiatan khas manusia. Pada 1997, Deep Blue buatan IBM mengalahkan juara catur dunia, Garry Kasparov. Kontestan terbaik yang pernah ada di Jeopardy!, Ken Jennings, menyerah kepada Watson buatan IBM pada 2011. Dan, saat itu mobil-mobil self-driving buatan Google sudah meluncur di jalan-jalan California. Dale Earnhardt Jr. tidak perlu merasa terancam oleh mobil-mobil itu, tetapi Guardian (atas nama jutaan supir di dunia) mengkhawatirkan bahwa mobil-mobil self-driving "dapat memicu gelombang pengangguran baru".

Semua orang mengharapkan komputer berbuat lebih banyak di masa mendatang--begitu banyak sehingga sebagian orang ingin tahu: 30 tahun dari sekarang, apakah ada yang masih harus dikerjakan oleh manusia? "Perangkat lunak tengah menggerogoti dunia," demikian kata pemodal ventura, Marc Andreessen. Pemodal ventura, Andy Kessler, terdengar sangat bersemangat sewaktu menerangkan bahwa cara terbaik untuk menciptakan produktivitas adalah "menyingkirkan manusia". Forbes memilih untuk bersikap lebih cemas ketika media itu bertanya kepada pembacanya: Apakah mesin akan menggantian Anda?

Kaum futuristik tampaknya bisa berharap bahwa jawaban pertanyaan itu adalah ya. Para penganut Luddisme begitu cemas soal kemungkinan digantikan sehingga menurut mereka lebih baik kita berhenti membangun teknologi baru sama sekali. Tidak satu pun dari kedua kubu itu meragukan dasar pemikiran bahwa komputer yang lebih baik akan harus menggantikan pekerja-pekerja manusia. Padahal, dasar pemikiran itu keliru: komputer adalah pelengkap bagi manusia, bukan pengganti. Bisnis yang paling bernilai dalam dasawarsa mendatang akan dibangun oleh para pengusaha yang berusaha memberdayakan orang, bukannya mencoba menjadikan mereka tak lagi berguna.

-----
dari buku ZERO TO ONE, MEMBANGUN STARTUP MEMBANGUN MASA DEPAN - Peter Thiel bersama Blake Masters

THE LIFE-CHANGING MAGIC OF TIDYING UP; MEMULAI BERBENAH BERARTI MEMBUKA LEMBARAN HIDUP BARU

Pernahkah Anda tidak bisa belajar pada malam sebelum ujian dan lantas mulai beres-beres dengan kalut? Saya akui saya pernah. Malahan, saya sering melakukan itu. Saya kumpulkan tumpukan fotokopian di atas meja dan lantas membuang semuanya ke tempat sampah. Lalu, karena tidak bisa berhenti, saya ambil buku-buku pelajaran dan kertas yang berserakan di lantai dan mulai menatanya di rak. Akhirnya, saya membuka laci meja, kemudian menata pulpen serta pensil di dalamnya. Ketika saya melirik jam, ternyata sudah pukul 02.30 pagi. Ketiduran karena dilanda kantuk, saya mendadak terbangun saat sudah pukul 05.00 padi dan baru saat itulah, dalam keadaan panik, saya membuka buku pelajaran dan meneguhkan hati untuk belajar.

Saya mengira hanya saya yang kerap berhasrat untuk beres-beres sebelum ujian, tetapi setelah bertemu sekian banyak orang yang berbuat begitu juga, saya tersadar bahwa fenomena itu lazim terjadi. Banyak orang yang tergugah untuk beres-beres selagi di bawah tekanan, misalkan sebelum ujian. Namun, hasrat itu muncul bukan karena mereka ingin merapikan kamar. Penyebabnya ialah mereka perlu membenahi "sesuatu". Otak mereka sesungguhnya ingin belajar, tetapi ketika melihat ruangan yang acak-acakan, fokus mental bergeser ke "aku perlu merapikan kamar". Kenyataannya bahwa hasrat untuk berbenah jarang sekali terus membara sesudah krisis usai membuktikan kebenaran teori saya. Sehabis ujian, semangat untuk beres-beres yang ada malam sebelumnya kontan padam dan kehidupan kembali seperti sediakala. Kesannya seolah-olah keinginan berbenah telah terhapus dari benak kita. Kenapa? Karena masalah yang mengemuka--keharusan belajar untuk ujian, dalam hal ini--telah "dibereskan".

Tentu saja, bukan berarti bahwa membenahi kamar ampuh untuk menenangkan pikiran yang resah. Sekalipun kegiatan itu mungkin bermanfaat guna menjernihkan benak Anda untuk sementara, rasa lega takkan tahan lama karena penyebab kegelisahan Anda yang sebenarnya belum ditangani. Jangan sampai Anda terkelabui oleh rasa lega yang muncul selepas merapikan sekeliling Anda karena, jika demikian, Anda takkan pernah menyadari pentingnya membenahi aspek psikologis Anda. Ini benar-benar terjadi pada diri saya. Gara-gara merasa "perlu" membereskan kamar, perhatian saya selalu teralihkan sehingga saya tidak kunjung belajar, alhasil nilai-nilai saya selalu jelek.

Mari kita bayangkan sebuah kamar yang berantakan. Kamar itu tidak acak-acakan dengan sendirinya. Yang membuat kamar itu berantakan adalah Anda, orang yang menghuninya. Konon, "kamar yang berantakan adalah cermin dari pikiran yang berantakan". Menurut saya begini. Ketika sebuah ruangan menjadi berantakan, penyebabnya bukan persoalan fisik belaka. Situasi acak-acakan yang bisa dilihat dengan mata mengalihkan perhatian kita dari akar masalah yang sesungguhnya. Kebiasaan berantakan sejatinya adalah refleks instingtif untuk mengalihkan perhatian kita dari pokok permasalahan supaya kita tidak perlu menghadapinya.

Jika Anda tidak bisa merasa santai di ruangan yang bersih dan rapi, cobalah selami kegelisahan Anda. Siapa tahu Anda bisa menemukan apa yang sebenarnya merisaukan Anda. Ketika kamar Anda tertata rapi, Anda tidak punya pilihan selain menekuni batin Anda. Anda bisa melihat persoalan apa saja yang selama ini Anda hindari dan mau tidak mau mesti menghadapinya. Begitu Anda mulai berbenah, lembaran baru dalam hidup Anda niscara akan terbuka. Hasilnya, hidup Anda akan ikut berubah. Itulah sebabnya, Anda perlu merapikan rumah dengan cepat. Dengan demikian, Anda bisa segera menghadapi persoalan-persoalan yang benar-benar penting. Berbenah adalah sarana, bukan tujuan akhir. Tujuan sejati kita adalah merumuskan gaya hidup yang betul-betul kita inginkan begitu rumah kita sudah rapi dan teratur.

-----
dari buku The Life-Changing Magic Of Tidying Up - Marie Kondo
#1 New York Times best seller
"Bukan sekadar bicara tentang membuang atau menata barang, buku ini bahkan bisa mengubah hidup Anda." --Dee Lestari, penulis

Selasa, 20 Maret 2018

INTROVERT ITU KEREN

Anggapku, masih banyak yang memandang sebelah mata orang-orang pendiam seperti kita tidak bisa melakukan apa-apa. Karena kita pendiam? Karena kita mungkin tidak mengatakan banyak hal? seperti mereka para ekstrovert yang berada di garda terdepan menyuarakan opini-opini dan mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sangat baik. Tidak apa-apa. Ditenggak saja pandangan itu sembari ingin memberontak dalam diri dan mengupayakan pembuktian kalau kita juga bisa melakukan hal-hal keren dan terpandang seperti bagaimana mereka begitu mendominasi dari kecapakapan mereka menonjolkan diri mereka di publik.

Seharusnya tidak perlu ada perbandingan karena kita melakukan hal dengan cara kita masing-masing dan kita saling melengkapi. Introvert-Ekstrovert. Satu sama lain.

Menurut buku “THE INTROVERT ADVANTAGE” karya Marti Olsen Laney, Introvert adalah sebuah temperamen. Seorang introvert mendapatkan tenaga dari dunia yang berisi ide, emosi, dan pengalaman milik kita sendiri. Introvert merupakan penyimpan energi. 

Menurut Carl Gustav Jung (1875-1961), pada pribadi introvert, energi psikologi lebih diarahkan pada dunia batin. Kekuatan motif yang dominan untuk menilai, merasakan, dan bertindak bersumber dari faktor-faktor internal dalam diri.

Jadi kenapa introvert keren? Beberapa diantaranya karena kita ........

MEMILIKI DUNIA SENDIRI, IMAJINASI.
Jika mempunyai rekan yang memiliki kecenderungan untuk selalu menyendiri bisa jadi karena dia sedang asyik dengan dunianya sendiri, dengan imajinasinya sendiri. Dia sedang mencari cara untuk membuat dunia dalam dirinya nyata.

Seperti yang kita ketahui, salah satu pendiri Apple Inc. Steve Wozniak, seorang introvert yang dengan imajinasinya dan upaya merealisasikannya. Kita bisa menikmati PC besutan Apple yang revolusioner.

PEMIMPIN MASA DEPAN. 
Bryan Walsh, seorang kepala biro majalah TIME di Tokyo, pernah menuliskan bahwa ada lebih banyak CEO yang berkepribadian introvert. Menurut sebuah estimasi, 40% dari pebisnis Amerika yang super energik dalam rentang kepribadian termasuk ke dalam kategori introvert. Kemampuan untuk mengukur resiko dan tetap fokus dalam jangka waktu yang lama merupakan kualitas yang sangat berharga bagi seorang pemimpin dalam memimpin perusahaan.

Kita bisa melihat bagaimana Bill Gates yang membangun Microsoft. Larry Page dan Sergey Brin membangun Google. Mark Zuckerberg membangun Facebook. William Tanuwidjaya membangun Tokopedia. Masih beberapa dan banyak lagi lainnya.

MENGUTAMAKAN KUALITAS.
Secara alamiah, kita, kaum introvert berpikir sebelum bertindak, mencerna dalam-dalam informasi, fokus lebih lama pada tugas kita, lebih berhati-hati, lebih tidak mudah menyerah, dan bekerja secara lebih akurat. Kita akan selalu mencurahkan segenap pemikiran dan perhatian untuk menyelesaikan tugas dan sangat mementingkan kualitas.

Begitupun dalam hal bersosialisasi, walaupun banyak anggapan umum mengira bahwa kita, kaum introvert buruk dalam berkomunikasi, faktanya kita juga merupakan komunikator yang handal. Hanya saja kita lebih memilih terlibat dengan kelompok kecil daripada kelompok besar. Kita mementingkan kualitas interaksi daripada kuantitas.


Jadi, kita ini seharusnya bisa jadi keren kan? Kita juga bisa menjadi seseorang yang begitu dipertimbangkan, tapi ya, jika kita bisa mengolah dan bekerja keras memaksimalkan potensi yang ada di diri kita.