Senin, 06 November 2017

APA ITU SCENIUS?


Menurut musisi Brian Eno, scenius adalah jalan yang lebih sehat untuk memandang kreativitas. Begitulah yang tertulis di dalam buku Show Your Work karya Austin Kleon yang saya baca. Intinya, Brian mengatakan bahwa gagasan besar dilahirkan oleh sekelompok orang kreatif, seperti pemikir, perumus teori, tokoh dunia, seniman terkenal, penemu zaman dahulu, dan orang-orang yang pendapat dan pemikirannya telah diakui dunia. Dengan kata lain, gagasan-gagasan besar itu muncul dari kolaborasi berbagai pemikiran dan pandangan yang sudah ada untuk menciptakan hal baru yang berbeda.

Oke, sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai scenius, saya ingin mengaku secara jujur. Awalnya, scenius ini saya baca SCAN yang artinya memindai. Sama seperti proses kerja sebuah scanner yang memindai suatu objek maka objek itu akan diduplikat mentah-mentah menjadi objek yang sama. Perhatikan saja, tidak ada perbedaan antara objek yang di-scan menggunakan scanner dengan hasil scan-nya.

Tapi bagaimana jika objek yang di-scan banyak? Kemudian setiap hasil scan itu digabungkan, apa yang akan terjadi? Yup, yang kamu dapatkan adalah objek baru yang hasilnya berbeda dengan hasil yang sudah di-scan.

Dari pemikiran ini saya menyimpulkan kalau scenius menurut Brian Eno hampir sama cara kerjanya dengan scan objek yang dilakukan oleh scanner. Kalau hal ini diterapkan untuk mengembangkan potensi di dalam diri, tentu saja hasilnya menjadi luar biasa, bukan?

Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Sebagai makhluk sosial, pasti saya dan juga kamu, membutuhkan orang lain untuk berkembang dan berkarya, termasuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirimu. Kamu bisa menciptakan banyak karya luar biasa kalau kamu tidak mengurung dirimu di ruang tertutup, seakan seniman pencipta karya adalah orang antisosial yang mendapatkan ide dari Tuhan secara diam-diam. Tidak. Bukan begitu cara kerjanya. Kalau kamu melakukan hal ini, kamu tidak akan berkembang secara maksimal.

Hasilnya akan lain kalau kamu sering berkumpul dengan orang lain, kemudian kamu melakukan SCAN terhadap orang lain, baik pemikiran, pendapat, maupun ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Sudah bisa dipastikan kamu memiliki ‘banyak’ sekali potensi tambahan yang dapat mendukungmu menjadi lebih kreatif untuk menciptakan hal baru.

Berarti itu mencuri, dong! Mungkin pemikiran ini yang muncul dalam pemikiranmu.

Tunggu dulu! Di dunia ini tidak ada ide yang benar-benar murni, asli, dan hanya milik satu manusia saja. Semua ciptaan di dunia ini adalah hasil dari pengembangan ide yang sudah ada. Dengan kata lain, scanning yang kamu lakukan pada orang lain atau pada karya besar tokoh dunia yang sudah ada, dapat kamu kembangkan menjadi sesuatu yang baru, yang lebih sederhana, lebih bermanfaat.

Inovasi tidak melulu dilakukan oleh perusahaan besar atau hanya bisa dilakukan orang-orang jenius, saya dan juga kamu bisa melakukannya. Prinsipnya tadi adalah scanning, atau scenius kalau menurut Brian Eno. Semakin sering kamu mengumpulkan berbagai informasi, pengetahuan, dan ilmu-ilmu baru, maka akan semakin 'kaya' potensi yang ada di dalam dirimu. Inilah cara baru untuk menjadi manusia-manusia kreatif yang mampu berkarya lebih banyak, lebih luar biasa, dan lebih mengagumkan.


-----
Tulisan di atas ada dalam buku berjudul “YAKIN SELAMANYA MAU DIPOJOKKAN?! – 50 Cara Menjadi Pribadi yang Semakin Eksis & Penuh Karya” karya Monica Anggen. Masih ada 49 tulisan menarik lainnya. Selamat membaca.

Senin, 03 Juli 2017

KEYAKINAN YANG KITA DAPAT



Kebanyakan kita sering tanpa disadari menggunakan keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengan diri sendiri. Jika kita melihat pada aspek apa pun yang menjadi masalah kita, kita mungkin akan menemukan bahwa ia berakar dari keyakinan-keyakinan yang salah dan membatasi. Misalnya, ada masalah dengan kesehatan, lihatlah dan renungkanlah keyakinan-keyakinan kita mengenai kesehatan; jika ada masalah dengan keuangan, renungkan kembali baik-baik keyakinan kita mengenai uang.

Pada tahun 1981, Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan ditembak di bagian paru-parunya dalam sebuah upaya pembunuhan. Luka yang cukup serius apalagi untuk seseorang yang sudah berumur tujuh puluhan. Ada laporan dari seorang wartawan yang telah mewawancarai sang presiden di tempat tidurnya di rumah sakit. Reagan berkata, "jangan khawatirkan aku. Aku tipe orang yang selalu pulih dengan cepat." Keyakinan yang luar biasa itulah yang membuat sang presiden kembali bekerja dalam hitungan hari.

Apa yang kita yakini akan terjadi memiliki pengaruh sangat kuat terhadap apa yang benar-benar terjadi.

Sekali pikiran bawah sadar menerima suatu keyakinan atau gagasan, entah itu benar atau tidak, ia akan terus-menerus memberi kita pemikiran-pemikiran yang mendukung keyakinan itu. Jika pikiran bawah sadar kita menerima kekhawatiran, negativitas, atau pernyataan-pernyataan yang membatasi, ia akan menerimanya sebagai kebenaran dan akan bekerja sesuai dengan keyakinan itu siang dan malam, dan pada akhirnya menciptakan situasi-situasi yang sesuai dengannya, Jika kita percaya pada kemiskinan, kegagalan, dan masalah, maka pikiran bawah sadar kita akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk mewujudkan realitas-realitas itu. Apa yang terkandung di dalam pikiran bawah sadar dan pengalaman-pengalaman yang menghampiri dalam kehidupan kita secara langsung terhubung satu sama lain.

Sebaliknya, jika kita percaya dengan keberkahan, keberhasilan dan peluang, kita akan mendapati diri dikelilingi oleh bukti-bukti yang sama kuat yang mendukung keyakinan-keyakinan itu.

"the universe conspires to make it happen"

Kamis, 30 Maret 2017

SALAH SATU TEMAN TERBAIK


Dear, Friend.

Sebagai introvert teman terbaik ku salah satunya adalah buku. Tempat favoritku dikala pergi ke mall ya toko buku (dan bioskop). Susunan di otak ku ini membuat ku berkecenderungan untuk melihat buku sebagai sebuah benda yang seksi.

Kenapa?

Pernyataan “buku adalah jendela dunia” benar adanya untuk ku. Seperti contoh, pada saat aku belajar pemrograman komputer terutama website dasar. Aku gak tau apa itu fungsi HTML, CSS dan Javascript di dalam pembuatan website. Apa sintaksnya yang akan digunakan. Ya walau masih belajar di dasar tapi paling tidak buku bahasa pemrograman mencerahkan. Mencerahkan ya karena dibaca dan dipelajari. Kalau gak ya sama aja. Itu kalau baca buku tentang hal teknis.

Jika membaca tentang biografi seorang publik figur juga membantu mencerahkan hidup ku. Memberi inspirasi. Karena mencoba menyelami apa yang di alami sosok figur tersebut hingga mencapai titik keberhasilannya dari masa kelamnya, yang pastinya tidak mudah. Dari situ kita mempelajari apa yang figur tersebut alami. Contohnya adalah Elon Musk, yang mengalami pembulian ketika dia kecil, bahkan hingga dirawat di rumah sakit. Menyewa satu ruangan kantor yang juga digunakan sebagai tempat tinggal. Kedua perusahaanya, Tesla dan SpaceX di ambang kebangkrutan di 2008 dan berhasil menggalang dana dan melaluinya.

Mengetahui hal baru itu, menyenangkan bukan?

Aku jadi paham. Banyak hal yang belum aku ketahui di sana sini. Walaupun membaca buku pun tidak membuatku pintar karena aku masih saja tidak mengetahui beberapa hal yang teman-temanku perdebatkan saat aku berkumpul dengan mereka.

Tapi ya dengarkan saja, karena ada puzzle informasi yang akan aku terima. Dan, puzzle lainnya akan aku dapatkan dari buku. Tapi membaca juga tidak melulu buku, karena ada media lain yang juga menyediakan informasi penting, membaca artikel atau ebook yang didapat dari internet misalnya.

Ya intinya dari membaca aku mempelajari sesuatu hal.

Senin, 20 Maret 2017

INGATLAH KEMATIAN


Memento Mori adalah istilah latin yang berarti "Ingatlah bahwa engkau akan mati." Pemikiran itu tak pernah jauh dari benak Steve Jobs. Sejak muda, dia bersifat filosofis, dan terpukau dengan hakikat waktu yang terus bergerak.

Di sambutan wisudanya, Steve Jobs mengejutkan semua orang karena mengakhirinya dengan merenungkan kematiannya sendiri, bukan membagi optimisme tradisional. Bagaimanapun, dengan berbicara mengenai kehidupannya, dan juga kehidupan para lulusan Stanford, dia menjelaskan maksudnya: Akhir hidup akan terjadi lebih lama daripada yang kita bayangkan, jadi lanjutkanlah hidup.

Ketika dia masih muda, sebagaimana kata Jobs kepada para lulusan Stanford, gagasan kematian adalah "konsep yang berguna tapi murni intelektual." Namun, selagi dia menua, konsepnya berubah menjadi fakta kehidupan yang tak bisa ditolak: Kematian adalah tujuan kita semua, dan seperti dia tunjukkan kepada para lulusan, guna kematian adalah membersihkan yang lama untuk memberi tempat kepada yang baru.

David Sheff dari Playboy bertanya kepada Jobs, "Bagaimana perasaan Anda mengenai perusahaan-perusahaan lama yang harus mengejar perusahaan baru--atau berisiko mati?" Jawab Jobs, "Tidak bisa tidak, itu pasti terjadi. Itulah mengapa saya pikir kematian adalah penemuan terhebat dalam hidup. Kematian menghilangkan model-model lama yang usang dari sistem." Jobs mengingatkan kita bahwa kita hanya memiliki waktu yang sempit untuk mencapai apa yang kita ingin capai. Jendela kesempatan terbuka lalu tertutup; itulah hakikat kehidupan. Namun, di Apple, dia menjalani hidup seutuh-utuhnya, sampai-sampai serasa manjalani bukan satu tapi beberapa kehidupan sekaligus, bahkan sebelum dia melanjutkan dengan membuat perusahaan komputer lain, NeXT: "Tiap tahun sangat penuh masalah dan keberhasilan dan pengalaman belajar dan pengalaman manusia, sehingga satu tahun serasa seumur hidup di Apple. Jadi sekarang rasanya seperti sepuluh kali hidup," katanya kepada pewawancara Playboy.


-----
Tulisan di atas diambil dari buku "Belajar dari-- Life by Design --Pidato Steve Jobs Paling Terkenal Sepanjang Masa" karya Goerge Beahm

Senin, 13 Maret 2017

REFLEKSI DIRI


“Apakah aku akan sukses? Ataukah aku akan gagal?”, “benarkah apa yang aku lakukan ini?”, “bagaimana ya masa depan ku nanti?”, “Kapan ya aku bisa seperti dia?”, “Bisakah aku bersaing dengan orang-orang ini nanti?”.

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas merupakan pertanyaan yang umum dan sering kita tanyakan pada diri sendiri, mungkin setiap orang mempunyai pertanyaannya sendiri-sendiri. Namun, beberapa hal biasanya terkait akan rasa penasaran kita tentang bagaimanakah kehidupan kita akan berjalan. Pada akhirnya, kekhawatiran biasanya menaungi pikiran kita. Beberapa dari kita bahkan merasa khawatir ketika melihat teman, saudara, serta saingan kita yang melangkah dengan jauh meninggalkan kita. Padahal sebelumnya mereka ada di jalan dan tingkatan yang sama dengan kita.

Seiring berjalan waktu, melihat kenyataan hidup yang ada, beberapa diantara kita mungkin akan meratapi dan bertanya-tanya “mengapa hal ini terjadi kepada ku?”. Ya, secara psikologi, manusia memang lumrah bertanya kepada dirinya sendiri ya, hal ini merupakan bentuk refleksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan. Namun terkadang hal ini membuat kita menjadi melankolis. Kadang kita meratapi hal buruk yang terjadi pada kita dengan jangka waktu yang lama. Padahal Tuhan memberikan sistem refleksi diri kepada manusia agar kita semua berpikir dan bertindak untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik, bukan malah terjebak dalam ratapan kegagalan.

Banyak orang yang baru merengkuh kesuksesannya setelah gagal berkali-kali dalam hidupnya. Saat Thomas Alva Edison, seseorang yang penemuannya membantu dunia untuk terus maju, dalam hidupnya pernah ditanya, “How did it feel to fail 1000 times?” dan ia menjawab “I didn’t fail 1000 times. The light bulb was an invention with 1000 steps”. Michael Jordan, seorang pemain basket fenomenal yang merupakan salah satu pebasket terbaik yang pernah ada, ia seringkali gagal dalam hidupnya. Bahkan ia pernah diberhentikan dari klub basketnya di masa sekolah menengah. “I’ve failed over and over and over again in my life. That is why I succeed”. Dari sini kita dapat melihat, bahwa kadang kegagalan memang dipersembahkan Tuhan bagi kita sebelum mencapai kebahagiaan dalam hidup. Tuhan selalu memberikan kegagalan bagi setiap orang yang hidup di dunia. Namun apa yang membedakan orang yang akhirnya bisa sukses dengan yang tidak. Ya, cara pandang. Cara pandang dan reaksi terhadap kegagalan lah yang membedakan apakah nantinya seseorang pada akhirnya bisa sukses atau tidak.

Beberapa orang memang ditakdirkan untuk terlambat bersinar dibandingkan yang lainnya. Namun terlambat bersinar bukan berarti cahayanya tidak terang. Terlambat bukan berarti akan selamanya tertinggal dari orang lain. Terlambat bagi orang yang menatap optimis masa depannya ialah waktu untuk mengumpulkan segala hal baik dan tidak menyerah dalam menjalani hidupnya. Bagi mereka yang gagal, Tuhan hanya sekedar menangguhkan waktu kita. Semuanya akan indah pada waktu nya kan?

Hello World